*Drama Kekesalan Lamine Yamal dan Protes Diego Simeone Warnai Hasil Kemenangan 2-1 Barcelona atas Atletico Madrid

KODEMIMPI.COM 05/04/2026

Drama Kekesalan Lamine Yamal dan Protes Diego Simeone Warnai Hasil Kemenangan 2-1 Barcelona atas Atletico Madrid

image

MADRID – Kemenangan krusial 2-1 Barcelona atas Atletico Madrid di Stadion Metropolitano tidak sepenuhnya menyisakan senyum di wajah para pemain Blaugrana –julukan Barcelona. Meski raihan tiga poin di pekan ke-30 Liga Spanyol 2025-2026 ini memperlebar jalan menuju takhta juara La Liga, sorotan justru tertuju pada gestur frustrasi bintang muda mereka, Lamine Yamal.

Laga yang berlangsung dengan tensi tinggi ini awalnya dipimpin oleh Atletico lewat gol Giuliano Simeone pada menit 39 dan disamakan Barcelona berkat gol Marcus Rahsford di menit ke-42. Kemudian pemenangnya pun diputuskan oleh gol Robert Lewandowski pada menit ke-87.

Menariknya, alih-alih merayakan gol kemenangan yang dicetak Lewandowski tersebut, Lamine Yamal justru tertangkap kamera menunjukkan raut wajah kesal. Bahkan, rekan setimnya, Pau Cubarsi, terlihat harus turun tangan untuk menenangkan pemain berusia 18 tahun tersebut di atas lapangan.

1. Misteri Amarah Lamine Yamal

Ketegangan berlanjut saat Lamine meninggalkan lapangan. Saat Hansi Flick mencoba memberikan ucapan selamat, sang pemain memberikan respons yang membuat pelatih asal Jerman itu tampak terkejut.

Tak berhenti di situ, Lamine juga terlihat beradu argumen dengan pelatih kiper, Joss Ramon de la Fuente, saat menuju lorong ruang ganti. Hansi Flick pun segera meredam spekulasi negatif terkait anak asuhnya.

Hansi Flick pun yakin emosi tersebut akan segera mereda menjelang laga penting di kancah Eropa. Pasalnya ia percaya semua pemain akan fokus sepenuhnya untuk laga leg pertama perempatfinal Liga Champions 2025-2026, yang juga akan melawan Atletico.

2. Simeone Juga Emosi

Di sisi lain, kubu tuan rumah merasa sangat dirugikan oleh keputusan wasit, terutama terkait kartu merah yang diterima Nico Williams. Diego Simeone menyoroti inkonsistensi keputusan wasit dan membandingkannya dengan insiden di laga lain antara Real Betis dan Rayo Vallecano.

Simeone mengungkapkan rasa penasarannya terhadap kriteria yang digunakan oleh Komite Teknis Wasit (CTA). Ia merasa timnya kesulitan mengembangkan permainan setelah harus bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama.

Meski merasa ada kesalahan dari pengadil, Simeone menolak untuk merasa dizalimi. Ia lebih memilih fokus pada daya juang para pemain mudanya yang memberikan perlawanan maksimal di babak kedua..

Liga Spanyol

Atletico Madrid vs Barcelona

Atletico Madrid

Barcelona